RSS
Showing posts with label mengharukan. Show all posts
Showing posts with label mengharukan. Show all posts

Wednesday, May 27, 2009

Kisah Mendalam Sebuah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran
di keteduhan rindang daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu… Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.

“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kesukaanmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. Pohon itu tetap menunggu meski anak itu tak kunjung kembali. Ia sangatlah sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”

“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Bartahun-tahun laki-laki itu tak kunjung datang. sang pohon tetap teguh menunggu laki-laki itu. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Sang pohon kembali kesepian. Pohon itupun kini sudah tak berbuah, berdahan, ataupun batangnya karena ia sudah mengorbankan semua miliknya pada lelaki itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

dan merekapun kini akan terus bersama hingga seterusnya.

Ini adalah cerita tentang kita semua….


Pesan:
Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Apapun. Meski dengan beberapa syarat, itu karena mereka ingin kalian tahu bagaimana beratnya mendapatkan uang dan barang.

Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. dan kita mungkin memang tidak menyadarinya. tapi pikirkanlah, bagaimana perasaan orang tua kita saat kita kasar terhadap mereka. sedih? pasti. kecewa? benar. dan sakit? iya..

Saya sendiri juga pernah atau bahkan sering berlaku kasar. dan dalam hati, saya menyesal telah melakukannya. namun, sangatlah sulit untuk berkata "maaf", bukan? dan sebenarnya memang sangat sulit untuk menahan emosi. demikian juga saya.

setelah berbuat kasar, pasti dalam hati, kita ingin meminta maaf. dan percayalah, maaf itu adalah kata yang dapat membuat orang tua kita bahagia dan pastinya terharu..

jika beberapa dari kalian yang memiliki orang tua yang kurang peduli terhadap kalian, sejujurnya, sebenarnya mereka sengat menyayangi kalian.

dan setidaknya, meski kita tidak dapat memberi barang mewah kepada mereka, kasih sayang sudah cukup, selagi mereka berada di sisi kita...



Yours Truly,

Arnettha

Kisah mengharukan Jack & Carolinne

Carolinne dan Jack bersahabat. Mereka telah saling mengenal sejak balita
dan sejak menjadi sahabat baik. Mereka berbagi semua dan apapun juga dan
menghabiskan banyak waktu bersama dalam dan setelah sekolah. Tetapi hubungan
mereka tidak berkembang namun hanyalah sebatas sahabat.

Carolinne menyimpan
rahasia,kekagumannya dan perasaannya kepada Jack. Dia memiliki alasan
tersendiri untuk menyimpan hal itu sendiri. TAKUT! Takut akan penolakan,
takut jika Jack tidak sebagai temannya lagi, takut kehilangan sahabat terbaiknya.
Setidaknya jika dia tetap menjaga perasaannya, dia mungkin masih bisa
bersama Jack dan dengan harapan, bahwa Jack lah yang akan mengatakan
bagaimana perasaannya kepada Carolinne.

Waktu terus berjalan dan sekolah telah bubar. Jack dan Carolline pergi ke arah
yang berlainan. Jack melanjutkan pendidikannya ke keluar negeri, sedangkan Carolinne
mendapatkan pekerjaan. Mereka tetap saling berhubungan, dengan e-mail, saling
mengirimkan foto masing-masing dan saling mengirimkan hadiah. Carolinne menantikan Jack akan kembali. Dia telah memutuskan bahwa dia memiliki
kekuatan untuk mengatakan. Dan tiba-tiba, surat dari Jack terhenti. Carolinne
menulis kepadanya,tetapi tidak ada jawaban.
Dimana dia? Apa yang terjadi? Banyak pertanyaan yang ada di kepalanya. Dua
tahun berlalu dan Carolinne tetap berharap bahwa Jack akan kembali atau
setidaknya mengiriminya surat. Dan doanya terkabul.
Dia menerima suratdari Jack, mengatakan... " Carolinne, aku punya kejutan
untukmu... temui aku di bandara pukul 7 malam. Aku ingin menemuimu lagi. Sahabatmu, Jack"

Carolinne berbunga-bunga.
Ketika harinya telah tiba, Carolinne menunggu dengan cemas. Dia memakai pakaian
terbaiknya dan berusaha terlihat secantik mungkin. Dia mencari Jack kesana
kemari. Tetapi tidak dilihatnya Jack. Kemudian datang seorang wanita dengan
pakaian ketat berwarna biru yang sangatlah cantik dan elegan.

Dia begitu perhatian melihat Carolinne, "Hai! Aku Jacelyn, temannya Jack. Kamu
Carolinne?" tanyanya. Diane menganggukkan kepala. "Maaf, aku punya kabar buruk
bagimu. Jack tidak akan datang. Dia tidak akan datang lagi," kata wanita
itu, sambil meletakkan tangannya di pundak Carolinne.

carolinne tidak dapat mempercayai hal yang dia dengar!!! Apa yang telah
terjadi?? carolinne bingung, dia amat sangat khawatir sekali dan wajahnya
menjadi pucat.
"Dimana Jack? Apa yang terjadi padanya??? Katakan padaku..." Carolinne memohon
kepada si wanita.
Si wanita melihat dengan cermat ke Carolinne dan dia menepuk pundak Diane dan
mengatakan..........












"ALAMAK CAROLINNE... INI IKE JACK...APAKAH IKE TERLIHAT CANTIK SEKARANG?
AIH....AIH......YEY TIDAK DAPAT MENGENALI IKE LAGI YAH??? IHHH...SEBEL
DEH.....!!! .......
Dan kemudian Carolinne langsung pingsan.....